Aplikasi konsep Gender dan Keluarga dalam film naga bonar 2

Posted by sheilas08 on 18 June 2010 in Academic |

1. Garis Besar Isi Film
Film tersebut menceritakan Naga Bonar (Deddy Mizwar) diundang oleh anaknya yaitu Bonaga (Tora Sudiro) untuk pergi ke Jakarta, sebelumnya Nagabonar tinggal di desanya. Bonaga adalah seseorang yang sukses secara karier menjadi pengusaha di Jakarta, setelah lulus kuliah di luar negeri.
Konflik utama film ini adalah saat Bonaga dan ketiga sahabatnya ingin ‘menjual’ kebun kelapa sawit milik Bapaknya di kampung halamannya, Sumatra Utara, kepada investor dari Jepang untuk dijadikan sebuah resort. Tentu saja Nagabonar sangat marah sebab di kebun itu terdapat tiga kuburan dari orang yang sangat disayangi oleh Nagabonar. Ketiga orang tersebut adalah istrinya, ibunya dan sahabatnya.
Namun ketegangan yang terjadi antara Bonaga dan Nagabonar dapat teratasi oleh Monita (Wulan Guritno), konsultan bisnis Bonaga, yang cantik, mandiri, profesional, dan menCintai Bonaga, dan Bonagapun sebenarnya juga menCintai Monita, namun dia tidak berani menyatakan Cintanya. Monita berusaha menjembatani konflik antara Bapak dengan anak itu. Pada akhirnya Monita mengusulkan agar kuburan orang yang ‘selalu hidup’ di hati Nagabonar itu (istrinya, ibunya, dan sahabatnya) dijadikan taman bermain anak-anak, didekat resort yang akan diinvestasikan tersebut. Sebagai anak, BONAGA memiliki persamaan watak dan karakter dengan Bapaknya: jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan Cinta pada wanita.
Selagi terjadi konflik dengan Bonaga, Nagabonar bertemua dengan Umar (Lukman Sardi), anak seorang pejuang yang menjadi sopir bajaj dan menjalani kehidupan sederhana, Umar selalu menemani Nagabonar ke tempat-tempat yang diinginkan oleh Nagabonar. Sampai akhirnya Nagabonar dekat dengan anaknya Umar, yang juga gemar bermain sepakbola. Pada awalnya, anak dari Umar, ingin sekali diceritakan tentang perjuangan para pahlawan melawan penjajah oleh kakeknya yang juga seorang pahlawan kemerdekaan, namun kakeknya tidak mau menceritakan, sehingga Nagabonar datang ke rumah Umar untuk bertemu dengan anaknya Umar untuk pertama kalinya, dan menceritakna apa yang ingin diketahui olehnya. Melalui Umar, Nagabonar dapat belajar mengaji.
Film “NAGABONAR jadi 2” ini, memberikan kita banyak pesan, tentang Cinta, yaitu : Cinta antara laki-laki dan perempuan, Cinta orangtua dan anak, Cinta dalam persahabatan, Cinta tanah air, dan Cinta dalam melihat “perbedaan”.

2. Aplikasi konsep Gender dan Keluarga dalam film :

– Dari film tersebut, terlihat bahwa wanita tidak diperbolehkan mengangkat kakinya ketika makan, sedangkan laki-laki boleh. Hal ini menunjukkan bahwa wanita dipandang memilki kodrat untuk tetap santun dan kemayu di depan laki-laki.
– Naga Bonar mengatakan secara eksplisit pada bonaga bahwa hendaknya wanita itu ketika pulang diantar. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memerlukan pria sebagai pelindung sekalipun wanita tersebut sangat mandiri.
– Wanita dapat menjadi pemecah masalah dengan ide-idenya yang cemerlang. Hal ini ditunjukan ketika terjadi konflik antara Nagabonar dan Bonaga yang hendak menginvestasikan kebun kelapa sawit, Monita dapat mencari jalan keluar yang disukai oleh kedua belah pihak.
– Kita harus tetap menghormati orang yang telah berjasa pada kehidupan kita, walaupun dia telah meninggal; terutama keluarga kita.
– Film tersebut menyiratkan pesan bahwa, pada umumnya semua orang tua rela mengorbankan apapun demi anaknya, bekerja apapun, dan ingin memenuhi semua keinginan anaknya.

Tags:

Copyright © 2010-2015 sheilas08's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.